steven gerrard

inspirasi bagi yang suka untuk bermain sepakbola,,,,,, hahahahahaha,,,,

Minggu, 20 Desember 2009

makalah tafsir 1

BAB I
Q.S Qaaf :38

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ
Artinya :
“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan”

A. Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an sedikit sekali berbicara tentang kejadian alam. Mengenai metafisika penciptaan, al-Qur’an hanya mengatakan bahwa alam semesta beserta segala sesuatu yang hendak diciptakan Allah didalamnya tercipta sekedar dengan firman-Nya : “Jadilah!”. Maksudnya yaitu Alloh adalah pemilik yang mutlak dari alam semesta, karena kekuasaan-Nya yang mutlak maka jika Allah hendak menciptakan langit dan bumi, dia berkata kepada keduanya :”Jadilah kalian, baik dengan suka maupun dengan terpaksa!”. Itulah sebabnya mengapa semua isi alam semesta ini mentaati Allah“ secara otomatis”, kecuali manusia yang dapat mentaati atau mengingkari Allah.
Bentuk-bentuk kehidupan yang sangat banyak di dalam alam semesta ini menunjukkan adanya sesuatu yang maha kuasa dan maha bijaksana. Jika Allah dapat menciptakan alam semesta ini beserta setiap sesuatu yang berada di dalamnya, maka Dia pun dapat menggantikan semua ini dengan eksistensi yang berlevel lain, maksudnya dimana manusia akan diadili sesuai dengan amal perbuatannya di dalam alam semesta dan diberi ganjaran yang sepatutnya.
Rumusan Masalah kami yaitu sebagai berikut :
1) Apakah pengertian alam semesta?
2) Bagaimana proses penciptaan alam semesta?
3) Untuk siapakah alam semesta diciptakan?

B. Tafsir Mufrodat
Dalam surat ini kata ( ولقد ) huruf wawunya merupakan wawu isti’nafiyah yaitu wawu sebagai awal suatu lafadz. Huruf lamnya merupakan lam Ibtida’iyyah sebagai penguat hukum, lafadz selanjutnya (خلقنا) merupakan fi’il madhi yang kemasukan dhomir (ن) yang kembalinya kepada Allah. Pada lafadz (السموات) al–nya merupakan al ma’rifat. Kata سمأ)) merupakan kalimat isim mufrot, huruf alif dan nun-nya merupakan huruf tanda jama’ mu'anasalim. Kalimat (والارض) wawunya merupakan wawu ‘atof yang berguna untuk menyambung. ( (وماMerupakan khuruf atof untuk lafadz selanjutnya. Didalam lafadz ((بينهما, ((بينى merupakan kalimat huruf sedangkan (هما) merupakan dhomir tasmiah yang kembali kepada langit dan bumi, huruf (فى) merupakan huruf Jer yang berguna untuk memajrurkan kalimat selanjutnya. (ستةايام) Merupakan susunan midhofah atau mudhof–mudhofillaih.
Kata (لغو ب) lughub bermakna letih. Ayat diatas menafikan sedikit keletihan pun bagi Allah akibat penciptaan. Itu terlihat dari penggunaan kata (مس) massa yang
berarti di sentuh. Sentuhan adalah sesuatu yang sangat kecil. Kalau sentuhan saja telah dinafikan, maka yang lebih besar darinya tentu lebih dinafikan lagi.

Kedua kata (من) min yang menyertai kata lughub. Kata tersebut berfungsi menjelaskan kesedikitan, yakni keletihan dalam bentuknya yang paling kecil/sedikitpun tidak menyentuh Allah SWT. Allah tidak membutuhkan waktu untuk menciptakan sesuatu. Tetapi ciptaan-Nya membutuhkan waktu dan tempat. Karena itu ada ciptaan-Nya yang wujud pada waktu yang berbeda dengan ciptaan yang lain. Seperti firman Allah dalam QS. An- Nazi’at yang menyatakan :
والارض بعدذ لك دحها

“ Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya”. Kalimat sesudah itu mengandung makna perurutan waktu yang lebih jelas.”

C. Asbabun Nuzul
Al Hakim meriwayatkan riwayat yang dinilainya shahih dari Ibnu Abbas bahwa suatu ketika orang-orang yahudi datang kepada rosulullah menanyakan penciptaan langit dan bumi. Rasululloh lalu bersabda : “ Allah menciptakan bumi pada hari ahad dan senin menciptakan gunung dan hal-hal yang bermanfaat di dalamnya hari selasa : penciptaan pepohonan, air, madain, bahan-bahan pembangunan dan perusakan pada hari rabu; menciptakan langit pada hari kamis dan pada hari jumat hingga tersisa tiga jam terakhir menciptakan bintang-bintang, matahari, bulan dan malaikat. Dari tiga jam yang tersisa itu, pada jam pertama diciptakan ajal untuk seluruh makhluk. Pada jam kedua diciptakan kerusakan yang akan mengakhiri seluruh hal yang dimanfaatkan manusia, sedangkan pada jam ketiga diciptakan Adam lalu dimasukan kedalam surga lalu iblis disuruh untuk sujud kepadanya serta pada pengujung waktu itu juga iblis diusir dari dalam surga”.
Setelah mendengar jawaban dari rasulullah, orang-orang yahudi itu bertanya, “ setelah itu apa lagi, wahai Muhammad?”
Rasululloh menjawab : “ selanjutnya Allah bersemayam di “ Arasy”, orang yahudi itu lalu berkata, “ jawaban engkau akan benar sekiranya engkau sempurnakan”. Mereka lalu berkata, “ Setelah semua pekerjaan itu, Allah beristirahat”.
Mendengar ucapan tersebut, rasululloh menjadi sangat marah. Setelah itu turunlah ayat, “ Dan sesungguhnya telah kami ciptakan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan”.

D. Gambaran Umum tentang Tema
Alam semesta menurut orang babylonia merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Maksud daripada pengertian diatas yaitu bahwasannya alam semesta adalah suatu ruangan yang maha besar yang didalamnya terdapat kehidupan yang biotic dan abiotik, serta didalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak.
Menurut Sirajuddin Zar, kata alamin (bentuk jamak) dalam Al Qur’an tidak sama dengan istilah yang dimaksud kaum teolog dan kaum filosof islam . Menurut kaum teolog alam yaitu segala sesuatu selain Allah. Sementara kaum filosof islam mendefinisikan sebagai himpunan jauhar yang tersusun dari madah (materi) dan shurah (bentuk) yang ada di bumi dan di langit.
Alam terbagi menjadi 2 macam yaitu :
1. Alam nyata yaitu alam yang dapat dilihat oleh panca indera, seperti alam dunia yang kita tempati sekarang.
2. Alam ghaib yaitu suatu tempat yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera. Seperti alam barzah/ alam kubur , alam ba’ats, alam kandungan .

E. Subtansi Tafsir
Orang yahudi percaya bahwa Allah menciptakan alam raya dalam enam hari dan pada hari ke tujuh yakni hari sabtu, Allah berhenti untuk beristirahat (baca perjanjian lama : kejadian 11:2-3).
Ayat diatas mengukuhkan kuasa-Nya mencipta sambil membantah kepercayaan keliru itu dengan berfirman bahwa : “Dan disamping menciptakan manusia- sebagaimana telah diuraikan oleh ayat-ayat yang lalu-sesungguhnya kami bersumpah bahwa kami juga telah menciptakan langit yang berlapis-lapis itu dan bumi yang terhampar ini serta apa yang ada antara keduanya. Kami menciptakan semua itu dalam enam hari yakni enam masa atau periode. Dua hari menciptakan bumi, dua hari untuk aneka manfaat yang terdapat di bumi dan dua hari untuk langit. Dan kendati alam raya yang kami ciptakan itu demikian luas, besar, indah dan hebat. Kami tidak disentuh oleh sedikit keletihan pun dalam menciptakannya. Kami tidak beristirahat sebagaimana diduga oleh orang-orang yahudi.
Bahwa di dalam ayat ini terkandung peringatan tentang adanya hari berbangkit, karena di kuasa untuk mencipatakan langit dan bumi dan tidak mersa letih karenannya, tentu saja akan kausa pula untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Orang-orang Yahudi, semoga Allah melaknat mereka selamnya..mengatakan, "Allah telah menciptakanlangit dan bumi dalam enam hari, kemudian Allah bersitirahat dihari ketujuh yaitu hari sabtu', dan mereka menamai hari sabtu itu sebagai hari untuk bersitirahat. Maka Allah menurunkan ayat-ayat mendustakan apa-apa yang telah mereka kakatan dan takwilkan itu. "Dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan", seperti firmanya, …"dan tidak merasa payah karena menciptakannya.." (Al-Ahq aaf: 33).
 Muhamad nasib ar-Rifa;I, taisiru al-Aliyyul Qadir li Iktisiahari, tafsir Ibnu Katsir, jilid 4, Gema Insani, Jakarta: 2000M
Hakikat-hakikat ini baru yaitu "Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan ditambah dengan sentuhan-sentuhan pertama. Hakikat itu menunjukkan kemudahan dalam menciptakan dan membuat makhluk-makhluk mencengangkan ini. Bagaimana dengan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Jika dibandingkan dengan penciptaan langit dan bumi.
Hakikat diats diikuti dengan isyarat baru dan naungan.

Tafsir fi zhi laili Qur'an, Syaid Quttub, Gema Insani, Jakarta: 2004.

F. Analisa Terhadap Tema
1. Pengertian alam semesta
Apabila dipisahkan alam semesta berasal dari kata alam dan semesta. Secara etimologis alam berasal dari kata ‘alama, yang artinya merasakan, mengerti dan turunan katanya adalah alam yang berarti alam jamaknya al-alamin. Sementara semesta bermakna keseluruhan.
Jadi, alam semesta adalah semua yang termasuk dalam ciptaan Allah, makhluk hidup ataupun makhluk non-hidup.
Muhammad Abduh mengungkapkan bahwa yang dimaksud al alamin adalah jamak dari alam yakni yang berakal.
2. Proses Penciptaan alam semesta
Al Quran telah membicarakan penciptaan alam semesta. Hal ini bisa ditemukan dalam beberapa surat yang terkait dengannya, akan tetapi informasi tersebut hanya bersifat prinsip-prinsip dasar saja, karena Al Qur’an bukan sebuah buku sains yang menguraikan penciptaan alam semesta secara rinci. Disini akan dijelaskan beberapa teori mengenai terbentuknya alam semesta.
a. Teori dentuman atau teori ledakan
Menyatakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dijagad raya dan mempunyai berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebatnya akibat adanya reaksi inti. Massa yang meledak itu kemudian berserakan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, massa yang berserakan itu berbentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang relative kecil dari massa semula. Kelompok itulah yang dikenal sebagai galaksi.
b. Teori ekspansi dan kontraksi
Dalam jangka waktu 30.000 juta tahun dalam masa ekspansi terbentuklah galaksi beserta bintang-bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya tenaga yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsure lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, terjadi galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk meredup, sehingga unsure-unsur yang terbentuk menyusut dengan menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.

Selain itu didalam Al Qur’an surat Al Qoof ayat 38 dijelaskan :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ
Artinya :
“ Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa dan kami tidak merasa letih sedikitpun”

Yang menjadi masalah didalam ayat ini adalah apakah sama antara waktu yang digunakan oleh Allah untuk menciptakan alam semesta dengan waktu sekarang yang jika dihitung satu hari adalah 24 jam.
Dijelaskan dalam buku induk tafsir di misbah bahwa kata “يو م “ yaum/hari dalam penggunaan bahasa arab tidak selalu harus dipahami dalam arti 24 jam. Ia bahkan digunakan untuk menunjukkan satuan waktu bagi selesainya satu kegiatan baik pendek maupun panjang. Perlu diingat bahwa satuan-satuan waktu yang digunakan oleh manusia bertalian dengan rotasi dan revolusi bumi.
Dengan demikian apabila seseorang meninggalkan bumi menuju planet lain, maka panjang dan pendek satuan-satuan itu di masing-masing planet akan berbeda. Dari situ, kita mengenal adanya beberapa tahun yang berbeda-beda. Tahun matahari umpamanya bagi bumi dihitung dengan lamanya waktu yang ditempuh oleh bumi dalam berevolusi mengelilingi matahari yaitu lebih kurang 365 hari, sedangkan bagi planet-planet yang lebih dekat ke matahari, seperti merkurius, putaran disekeliling matahari hanya memakan waktu 88 hari, sebaliknya planet Pluto, planet yang paling jauh dan paling lambat menempuh putarannya dalam 250 tahun bumi . Semua hal diatas juga dijelaskan dalam surat Al A’rof ayat 54.
Bahasan yang selanjutnya seperti yang dijelaskan dalam tafsir al misbah bahwa urutan hari penciptaan semua alam semesta adalah dijelaskan sebagai berikut : Hari ahad dan senin oleh Allah digunakan untuk membuat bentuk bumi, pada hari berikutnya, hari selasa Allah menciptakan pepohonan, air dan bahan bangunan, untuk hari rabu digunakan Allah untuk menciptakan kerusakan bagi bumi, langit diciptakan Allah pada hari kamisnya, untuk hari yang terakhir oleh Allah digunakan untuk menciptakan matahari, bulan dan malaikat. Setelah itu semua, masih tersisa waktu sekitar 3 jam, pada hari tersebut oleh Allah digunakan untuk menciptakan ajal manusia pada 1 jam pertama, untuk satu jam berikutnya oleh Allah diciptakan kerusakan yang akan mengakhiri seluruh hal yang dimanfaatkan oleh manusia. Sisa satu jam terakhir digunakan Allah untuk menciptakan nabi Adam. Yang kemudian dimasukkan kedalam surga serta iblis yang mengganggu nabi Adam yang berakibat nabi Adam disisa waktu terakhir di utus ke bumi.
Jika kita telaah kembali kebelakang maka akan kita dapatkan bahwa waktu yang digunakan Allah untuk menciptakan semua yang terdapat dalam alam semesta yang biasa kita pahami dengan 6 masa atau enam hari itu sangatlah lama sekali. Jika kita sedikit untuk menghitung bahwa satu jam terakhir masa Allah bisa digunakan untuk menciptakan nabi Adam yang kemudian dimasukkan kedalam surga beberapa saat dilanjutkan dengan iblis yang menggoda nabi Adam untuk memakan buah Quldhi sehingga Nabi Adam diusir oleh Allah dari Surga kemudian diutus ke bumi. Jadi, bisa kita renungkan seberapa lama masa Allah dalam satu hari jika satu jam saja dalam 24 jam Allah bisa menceritakan peristiwa nabi Adam. Wallahu’alam.
Selanjutnya didalam surat Qoof dijelaskan bahwa Allah sama sekali tidak merasakan letih sedikitpun ketika proses menciptakan alam semesta. Hal itu sekaligus membantah persepsi kaum yahudi yang pada masa itu bertanya kepada nabi tentang Allah dan Alam Semesta.
3. Bagi Alam Di Ciptakan
Didalam surat Al Baqarah ayat 29 menerangkan bahwa :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
Artinya :
“ Dialah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu (manusia)…”

Ayat diatas dapat dipahami oleh banyak ulama , menunjukkan bahwa pada dasarnya segala apa yang terbentang dibumi ini dapat digunakan oleh manusia, kecuali jika terdapat dalil Al Qur’an yang menunjukkan pelarangan untuk memanfaatkannya. Sedangkan untuk sebagian kecil ulama mempunyai pendapat bahwa semua yang ada di dunia adalah terlarang sebelum adanya dalil-dalil yang menunjukkan boleh memanfaatkannya.
Selain untuk memanfaatkannya apa yang ada di bumi, didalam ayat Al Qur’an di jelaskan bahwa manusia di utus ke dunia sebagai kholifah, untuk menguasai dan mengelola seluruh yang ada dibumi, dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Artinya :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…”
Khalifah adalah makhluk tertinggi di dalam kerajaan yang terhampar luas ini dan sebagai majikan pertama, dengan warisan terbanyak. Kholifah adalah tuan (Sayyid) bagi bumi serta majikan bagi alat dan sarana yang ada di bumi, kholifah bukan merupakan alat bagi alat yang lain, sebagai mana yang dipahami kaum materialisme.
Setiap materi (benda) kedudukannya tidak boleh mengalahkan dari nilai kemulyaan seorang kholifah, tidak boleh merendahkannya, tidak boleh mengecilkannya dan tidak boleh mengungguli manusia. Dan apabila ada sesuatu yang diciptakan yang bertujuan mengecilkan nilai manusia. Bagaimanapun wujud kelebihan dari materi itu adalah tujuan yang bertentangan dengan diciptakannya manusia sebagai kholifah yang berperan sebagai pemilik serta majikan (sayyid).
Maka kemulyaan manusia itulah yang pertama didahulukan yang kemudian diikuti oleh nilai kebendaan yang tunduk dan merupakan alat bagi manusia.
Allah didalam ayat Al Qur’an pun menjelaskan keutamaan manusia yang dipilih sebagai khalifah di bumi, dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Manusia lebih sempurna dan siap menjadi kholifah. Diceritakan didalam surat Al Baqarah ayat 31-32 :
وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Artinya :
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam, nama-nama benda seluruhnya. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar,(31) Allah berfirman “ Hai, Adam, beritahukanlah kepada mereka nama benda-benda itu” Allah berfirman, “ Bukanlah sudah aku katakana kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.(32)”
Dari uraian diatas dapat kami simpulkan, bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia diantara makhluk Allah yang lain. Oleh karena itu, alam semesta diciptakan oleh Allah hanya untuk manusia bukanlah suatu hal yang percuma.
Menurut kami yang berpedoman pada tafsir al misbah karya Dr Quraisy Syihab bahwa kata “لغوب“ dalam surat Qoof dapat diartikan letih. Hal ini menafsirkan sedikit keletihanpun bagi Allah akibat proses menciptakan alam juga, bisa dipahami pada kata “مسي“ yang berarti disentuh, sedangkan sentuhan sendiri adalah suatu yang sangat kecil, bisa kita bayangkan kalau sentuhan saja sudah dinafikan, maka hal yang lebih besar dari sentuhan akan lebih dinafikan lagi. Lafadz “من“ yang menyertai lafadz “لعود “ dalam ayat diatas berfungsi menjelaskan kesedikitan yakni keletihan dalam bentuknya yang paling kecil/sedikitpun tidak menyentuh Allah .


Pesan moral
Pesan-pesan moral yang dapat kami ambil serta kita pahami diantaranya:
1. Bahwa dalam penciptaan alam membutuhkan waktu yang sangat lama bagi manusia, namun dengan kekuasaan Allah hal itu mudah untuk dikerjakan.
2. Banyak di dalam ayat-ayat Al Qur’an yang memancing kita untuk lebih bersemangat untuk mengungkap tentang alam semesta, karena Al Qur’an selalu mengulang-ulang di setiap surat
3. Bahwa manusia adalah makhluk yang sangat mulia, sehingga oleh Allah dipilih menjadi kholifahnya diantara makhluk Allah yang lain sehingga penciptaan alam, yang hanya diperuntukkan bagi manusia
4. Bahwa Allah sangat berkuasa atas diri manusia dan mengetahui apa-apa yang ia pikirkan, sembunyikan serta apa yang ada dihatinya
5. Bahwa manusia di beri oleh Allah sedikit ilmu yang harus digunakan untuk berfikir tentang makhluk Allah, tetapi bukan untuk berpikir tentang zat Allah
6. Bahwa manusia adalah bagian kecil dari ciptaan Allah yang lainnya. Maka pantaskah kita yang sempurna dan besar memiliki sifat Allah (sombong)?




BAB II

Penutup

A. Kesimpulan
1. Alam semesta yaitu semua yang termasuk dalam ciptaan Allah, baik makhluk hidup ataupun makhluk non hidup
2. Proses penciptaan alam semesta
Bahwa proses penciptaan alam semesta ini terjadi dalam “enam hari” seperti yang disebutkan dalam Q.S Al A’raf: 54. Setelah itu Allah duduk diatas “Arasy”. Dari atas tahtanya Allah mengatur alam semesta.
3. Untuk siapakah alam semesta diciptakan.

B. Saran
Demikian makalah yang dapat kami sajikan. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.

Daftar Pustaka

Muda Harahap, Hakim. Rahasia Al Qur’an , “ Menguak alam semesta, Manusia, Malaikat dan Keruntuhan Alam”, Darul Hikmah: Depok, 2001

Al Qur’an dan Tafsirnya. Jilid V. Proyek Pengadaan Kitab Suci Al Qur’an. Depag RI, 1983/1984

Shihab, M.Quraish. Tafsir Al Misbah : Pesan, Kesan dan Keserasian Al Qur’an. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Hidayah, Nur. Mawardi. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Bandung : Pustaka Setia-2007

As Suyuti, Jalaluddin Lubaabun Nuquut Fii Asbaabun Nuzul. Darut Taqwa. Kairo/Gema Insani. Jakarta:2008

Quthb, Sayyid. Syuruq, Darusy.Fi Zhilalil Qur’an. Bairut, 1992

Mabib Ar rifa’I, Muhammad, Ma’arif Riyadh, Maktabah. Taisiru al aliyyul Qadir li ikhtisahori Tafsir Ibnu Katsir, 1989.

Madjid, Nurcholish. Ensiklopedi Nurcholish Madjid Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban. Mizan :Jakarta.2006

Gunawan Hasyim, Aris. Buku Pintar Memahami Al Qur’an. Yayasan Pesantren Nur Al Qur’an waru sidoarjo: Januari.2008

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda